| Foto : anataranews |
VoiceofRiau. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunaikan shalat Idul Adha 1447 Hijriah bersama diaspora Indonesia di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu, dalam rangka merayakan hari raya kurban sekaligus mempererat tali persaudaraan dengan warga negara Indonesia yang bermukim di luar negeri.
Pelaksanaan shalat Idul Adha tersebut berlangsung penuh kekhusyukan dan dihadiri warga negara Indonesia serta diaspora yang sejak pagi telah memenuhi Wisma Indonesia di Paris guna menunaikan ibadah berjamaah bersama Kepala Negara.
Berdasarkan siaran yang dikutip dari BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu, Presiden Prabowo tiba di lokasi shalat Id sekitar pukul 08.40 waktu setempat diiringi lantunan takbir, kemudian langsung menuju saf untuk berbaur bersama jamaah menggemakan takbir sebelum shalat Id dimulai.
Shalat Idul Adha diimami oleh Fakhruddin Arrozi, alumnus magister Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan, yang kini mengabdi sebagai tenaga pengajar di Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Dalam khotbahnya, Fakhruddin menegaskan bahwa Idul Adha tidak semata memiliki dimensi ketuhanan, melainkan juga kemanusiaan.
Ia mengungkapkan bahwa ibadah kurban menjadi pengingat bagi umat Islam untuk saling berbagi, menjaga jati diri keislaman, mempererat ikatan keluarga, dan memperkokoh persatuan, khususnya bagi komunitas Muslim yang menjalani kehidupan sebagai diaspora di negeri orang.
*"Kita tidak diperintahkan menyembelih anak-anak kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS, akan tetapi kita diperintahkan menyembelih ego kita demi menaati perintah Allah SWT,"* ujar imam sekaligus khatib Fakhruddin Arrozi dalam khotbahnya.
Pesan tersebut selaras dengan suasana kebersamaan yang terpancar dalam pelaksanaan shalat berjamaah, di mana warga Indonesia di Prancis memanfaatkan momentum Idul Adha sebagai wadah mempererat hubungan sosial dan spiritual di perantauan.
Usai menunaikan shalat Id, Presiden Prabowo bersilaturahmi dengan para jamaah. Presiden tampak hangat menyapa dan berjabat tangan dengan warga yang hadir.
Acara kemudian berlanjut dengan sesi ramah tamah dan santap bersama antara Presiden dan masyarakat Indonesia di Paris, yang menjadi bagian dari selebrasi Idul Adha 1447 Hijriah.
Momen tersebut menjadi lambang kedekatan Presiden dengan diaspora Indonesia sekaligus mempertebal rasa kebersamaan warga negara Indonesia dalam merayakan Idul Adha di luar tanah air.

