Tiga Kloter Jemaah Haji Riau Masuk Asrama Batam, Delapan Orang Sakit dan Dua Dipastikan Batal Berangkat

voiceofriau
Premium By voiceofmeranti With voiceofmeranti
iklan
Riau. Hingga kini, baru tiga kelompok jemaah haji asal Riau yang memasuki Asrama Haji Batam. Namun, angka jemaah yang mengalami keluhan kesehatan terbilang cukup tinggi, yaitu mencapai delapan orang. Dari jumlah itu, dua jemaah dipastikan tidak dapat berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Defizon, menyayangkan situasi tersebut.

“Alhamdulillah, jemaah Riau yang sudah masuk asrama haji saat ini mencapai lima kloter. Dua kloter sudah tiba di Madinah, dan satu kloter lagi hari ini masuk asrama. Dari tiga kloter yang telah masuk asrama haji, tercatat tujuh jemaah mengalami sakit,” ujarnya.

Ia memaparkan, dari tujuh jemaah yang sakit di Batam, ditambah satu jemaah yang sakit di daerah asal, total terdapat delapan jemaah yang tidak dapat berangkat karena situasi kesehatan.

“Ini jumlah yang cukup tinggi dan menjadi perhatian serius,” katanya.

Defizon menekankan pentingnya mencermati aspek istithaah (kemampuan) kesehatan bagi jemaah haji tahun 2026.

“Kami mengimbau jemaah untuk benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan. Minimal dua hingga tiga hari sebelum keberangkatan, sebaiknya beristirahat agar saat masuk asrama sudah siap untuk terbang,” jelasnya.

Ia juga berharap tidak ada lagi jemaah yang batal berangkat setelah dua orang dipastikan gagal karena tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan.

“Dari delapan jemaah yang sakit, satu orang di daerah asal dinyatakan tidak memenuhi istithaah. Sementara di embarkasi Batam, satu dari tujuh jemaah juga dipastikan gagal berangkat,” tambahnya.

Saat ini, enam jemaah masih menjalani perawatan di Batam. Defizon berharap kondisi mereka lekas pulih sehingga tetap dapat diberangkatkan.

“Kami berharap keenam jemaah ini pulih dan tidak sampai gagal istithaah, sehingga bisa diberangkatkan jika kesehatannya sudah membaik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kondisi ini tidak bertambah, karena dapat menimbulkan hambatan dalam proses pemberangkatan, termasuk terkait ketersediaan tempat duduk di kloter berikutnya.

“Jangan sampai jumlah jemaah yang sakit bertambah, karena bisa memengaruhi pengaturan kursi di kloter selanjutnya,” tegasnya.

Berdasarkan penilaian sementara, tingginya jumlah jemaah yang sakit diduga karena adanya penyakit bawaan yang semakin parah akibat kelelahan menjelang keberangkatan.

“Mungkin sebelum berangkat banyak aktivitas. Karena itu, kami mengimbau agar jemaah cukup beristirahat. Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Jangan sampai di Arab Saudi mengalami kondisi yang sama. Istirahat yang cukup sangat penting agar saat diterbangkan ke Madinah dalam kondisi sehat,” pungkasnya.
iklan
  • voiceofmeranti