| Foto : Media Center Riau |
VoiceofRiau. Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, mengajak BPD HIPMI Riau agar mengambil peran yang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ajakan ini disampaikan melalui penguatan hilirisasi, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja.
Hal tersebut disampaikan Syahrial saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Riau masa bakti 2025–2028 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (5/5/2026).
Menurut Syahrial, ekonomi Provinsi Riau pada 2025 tumbuh sebesar 4,79 persen. Angka ini menunjukkan tren positif, namun dinilainya masih belum optimal jika dibandingkan dengan potensi besar yang dimiliki Riau. Di sisi lain, Riau memberikan kontribusi sekitar 5,08 persen terhadap perekonomian Indonesia.
"Dengan PDRB mencapai Rp1.201 triliun, terbesar keenam nasional dan kedua di luar Jawa," katanya.
Namun, Syahrial mengingatkan bahwa tantangan ekonomi Riau masih nyata. Struktur ekonomi masih didominasi sektor primer dan perdagangan, sementara nilai tambah dari hilirisasi belum maksimal. Dari sisi investasi, realisasi investasi Riau pada triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp12,85 triliun.
Syahrial menegaskan, kondisi ini menjadi pesan bahwa potensi Riau besar, tetapi daya dorong ekonomi, terutama investasi, masih harus diperkuat. Menurutnya, di sinilah peran HIPMI menjadi kunci karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
“Transformasi ekonomi hanya bisa terjadi jika dunia usaha bergerak, dan HIPMI adalah salah satu aktor utama di situ,” ujarnya.
Karena itu, Sekda mendorong HIPMI mulai masuk ke sektor hilirisasi dan tidak hanya berada di sektor perdagangan. HIPMI, kata dia, harus mulai masuk ke industri pengolahan sawit, turunan migas, "serta pengolahan hasil perkebunan dan perikanan karena di situlah nilai tambah ekonomi Riau," ujarnya.
Selain itu, HIPMI juga didorong memperkuat investasi daerah. Dengan nilai PMDN yang mencapai Rp9,6 triliun, Syahrial menilai peran pengusaha lokal sangat besar sebagai penggerak investasi lokal, penghubung peluang usaha, dan pencipta ekosistem bisnis yang kuat.
Sekda juga mengingatkan HIPMI agar menangkap ekonomi masa depan melalui digitalisasi, inovasi, dan ekonomi hijau. Di saat yang sama, HIPMI diharapkan menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya sekadar pelaku usaha, karena ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang menyerap tenaga kerja.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Riau, Migo Mufartha, menyatakan bahwa ke depan HIPMI Riau akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. "Agar dapat menampung keresahan teman-teman di kabupaten dan memetakannya menjadi peluang," tutupnya.

