Gerak Cepat Polres Bengkalis: 101 Bandar Narkoba Tak Berkutik dalam Operasi Antik Lancang Kuning 2026

voiceofriau
Premium By voiceofmeranti With voiceofmeranti
iklan
Foto : mediacenterriau
VoiceofRiau. Kabupaten Bengkalis kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang gigih dalam memberantas peredaran narkotika. Lewat Operasi Antik Lancang Kuning 2026 yang berlangsung selama 22 hari, Polres Bengkalis unjuk kemampuan dengan membongkar puluhan kasus yang meresahkan warga.

Operasi yang digelar sejak pertengahan April hingga awal Mei ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku bahwa tanah Negeri Junjungan bukan lahan subur untuk menjalankan bisnis terlarang mereka.

Sebanyak 101 tersangka berhasil dijaring dalam rentang waktu yang terbilang singkat. Dari keseluruhan 74 kasus yang diungkap, kepolisian berhasil memetakan bahwa pergerakan narkoba di kawasan ini bukan sekadar operasi kelas bawah.

"Beberapa tersangka yang diamankan terindikasi kuat merupakan bagian dari sindikat jaringan internasional yang mencoba memanfaatkan posisi geografis Bengkalis sebagai pintu masuk," ujar Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, Rabu (13/5/2026).

Fahrian menyatakan keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen tanpa kompromi seluruh jajarannya. Ia menegaskan bahwa perjuangan melawan narkoba akan terus membara tanpa memberi celah sedikit pun.

"Bagi Polres Bengkalis, tidak ada istilah istirahat selama bayang-bayang narkotika masih mengancam masa depan generasi muda," kata Fahrian.

Jaringan produksi dan distribusi mereka porak-poranda setelah aparat menyita sejumlah barang bukti yang cukup mengejutkan. Total sabu seberat 387,67 gram, puluhan butir ekstasi, hingga paket ganja berhasil diamankan sebelum sempat menyebar ke tengah masyarakat.

"Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari ribuan nyawa yang berhasil menyelamatkan dari jeratan ketergantungan narkoba," jelasnya.

Satres Narkoba Polres Bengkalis tampil sebagai satuan paling produktif dalam operasi ini dengan mencatatkan 26 laporan polisi dan menangkap 34 tersangka. Keberhasilan mengamankan puluhan gram sabu beserta berbagai jenis ekstasi menjadi cerminan betapa intensnya pemantauan yang dijalankan. Sinergi antara intelijen dan pergerakan lapangan terbukti efektif dalam menghantam para pelaku.

Tak ketinggalan, jajaran Polsek Mandau dan Polsek Pinggir menorehkan hasil membanggakan dengan menangkap total 46 tersangka dari kedua wilayah tersebut. Di Mandau, polisi menyita puluhan butir ekstasi siap edar, sementara di Pinggir, para tersangka tak mampu berkutik ketika petugas mengepung lokasi persembunyian mereka.

"Kolaborasi antar lini ini membuat ruang gerak para pelaku semakin menyempit dan terjepit," tegas Fahrian.

Kawasan pesisir pun tak lepas dari jangkauan operasi pembersihan ini. Polsek Rupat mencatatkan penyitaan sabu yang cukup mencolok, yakni mencapai 139,23 gram. Ketangguhan aparat juga terlihat di Bukit Batu, Siak Kecil, hingga Rupat Utara, yang masing-masing sukses memotong jalur distribusi lokal.

"Meski dengan jumlah tersangka yang bervariasi, setiap penangkapan memiliki nilai krusial dalam meruntuhkan struktur organisasi jaringan narkoba di wilayah perbatasan," ucap Fahrian.

Mengakhiri rangkaian operasi berskala besar ini, AKBP Fahrian kembali mengingatkan bahwa penindakan ini baru menjadi titik awal dari pengawasan yang lebih intensif ke depan. Kepolisian tidak akan melonggarkan tekanan terhadap para pelaku peredaran narkotika.

"Dengan dukungan masyarakat dan kewaspadaan tinggi, Bengkalis bertekad untuk terus berdiri tegak sebagai wilayah yang bersih dan berdaulat dari ancaman sindikat narkoba internasional," tutupnya.
iklan
  • voiceofmeranti