| Foto : bgn.go.id |
VoiceofRiau. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tanpa mengorbankan keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyatakan penyesuaian anggaran difokuskan pada pos operasional, bukan pada layanan kepada penerima manfaat.
"BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara. Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal," ujar Nanik di Jakarta, Selasa (26/5).
Dalam APBN 2026, pagu anggaran BGN tercatat Rp268 triliun, dialokasikan untuk operasional MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Per 24 Mei 2026, program ini telah menjangkau 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 SPPG.
"Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan," katanya.
Nanik menegaskan efisiensi justru menjadi momentum memperkuat kualitas pelaksanaan program.
"Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan," tutup Nanik.

