| Foto : Kumparan |
VoiceofRiau. Pemerintah terus melakukan inovasi dalam strategi pembiayaan nasional. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana penerbitan instrumen pembiayaan anyar berupa panda bond atau obligasi di pasar China yang dijadwalkan pada bulan depan.
Langkah ini diklaim sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar keuangan negara-negara Barat yang dinamis kebijakannya.
Dalam pernyataannya di Kebon Sirih, Rabu (6/5), Purbaya menyebutkan bahwa panda bond dipilih karena memiliki daya tarik tersendiri selain imbal hasilnya yang rendah.
“Panda bond lucu soalnya pandanya. Kita sedang diversifikasi,” ujar Purbaya kepada wartawan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa diversifikasi ini penting agar Indonesia terhindar dari risiko ketergantungan terhadap arah kebijakan negara adidaya. Selain itu, biaya pendanaan dari instrumen ini lebih kompetitif.
“Supaya enggak tergantung kepada pendirian dari Amerika atau negara-negara barat. Dan yield-nya juga lebih rendah. 2.3 sampai 2.5 persen,” jelasnya.
Pasar China Siap Serap, Tak Perlu Peringkat Kredit
Purbaya memastikan bahwa komunikasi dengan lembaga keuangan di China sudah berjalan intens. Salah satunya adalah Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) yang disebut siap mendukung penuh penerbitan obligasi ini.
Menurutnya, minat investor di Negeri Tirai Bambu tergolong tinggi. Hal ini dibuktikan dengan imbal hasil rendah di level 2,3 persen saja tetap mampu menarik permintaan besar.
“Iya. Kita udah ngobrol dengan ICBC. Mereka siap. Dan kalo liat 2.3 persen aja udah diserap berarti demandnya besar. Artinya pasar di sana besar dan siap untuknya,” katanya.
Yang menarik, Purbaya mengungkapkan bahwa pasar China memiliki karakter unik. Mereka dinilai lebih mengutamakan fundamental ekonomi Indonesia dibandingkan sekadar peringkat kredit.
“Sayang ngomong Bank ICBC dan orang-orang sana. Mereka enggak perlu peringkat. Karena mereka percaya kondisi kita bagus,” ucapnya.
Rencana Kunjungan ke China
Terkait waktu peluncuran, Purbaya menyebut penerbitan panda bond kemungkinan akan dilakukan pada bulan depan. Bahkan, dirinya mengaku diajak untuk bertolak ke China bersama jajaran Kementerian Keuangan guna mematangkan persiapan.
“Bulan depan mungkin Pak Minto (Dirjen PPR) udah ngajak saya ke Cina,” ungkapnya.
Penerbitan panda bond ini akan menjadi pelengkap dari strategi pembiayaan global Indonesia, menyusul sebelumnya pemerintah juga telah menerbitkan Dimsum bond di Hong Kong. Pemerintah berharap langkah ini mampu memperluas basis investor sekaligus memastikan stabilitas pembiayaan tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

